![]() |
| Refleksi Akhir Tahun Forwat saat melakukan rapat diskusi bersama di villa Hijau Pandeglang, Banten. Survival Journalism |
Ketua Forwat, Andi Lala, menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan sekadar agenda akhir tahun, melainkan momentum untuk mempererat tali silaturahmi dan memperkuat semangat kebersamaan antar insan media |
“Refleksi akhir tahun ini kami bangun dalam suasana kekeluargaan. Dari sinilah kekuatan Forwat tumbuh, saling menguatkan, saling mengingatkan, dan tetap satu barisan dalam menjalankan tugas jurnalistik,” ujarnya.
Lebih lanjut, Ia menegaskan bahwa Forwat akan terus eksis dan konsisten menjalankan perannya sebagai wadah wartawan yang aktif mengawal pembangunan daerah, bukan hanya di ruang diskusi, tetapi langsung di lapangan.
“Keberadaan Forwat bukan sekadar nama organisasi. Kami akan tetap terus turun ke lapangan, menyerap aspirasi masyarakat, mengawal kebijakan publik, dan memastikan pembangunan daerah berjalan,” tegasnya.
Menurutnya, di tengah perubahan zaman dan derasnya arus informasi, wartawan dituntut untuk tetap menjaga independensi, integritas, dan profesionalisme. Kehadiran media di lapangan menjadi kunci agar informasi yang disampaikan tetap akurat dan dapat dipercaya.
Rangkaian kegiatan refleksi akhir tahun ini diisi dengan diskusi, tukar gagasan, serta penguatan kapasitas wartawan. Forum ini juga menjadi ruang konsolidasi agar solidaritas dan kekompakan antar anggota Forwat semakin solid ke depan.
Melalui Refleksi Akhir Tahun 2025, Forwat menegaskan komitmennya untuk terus hadir, eksis, dan berperan aktif sebagai mitra kritis pembangunan daerah, sekaligus menjaga marwah pers sebagai pilar demokrasi yang berpihak pada kepentingan publik.
Survival Journalism
