UMT Gandeng Komunitas Pelari Ciptakan Minuman Isotonik Alami Berbasis Bahan Lokal

 

Swafoto bersama dalam rangka pemberian plakat di momentum pemberdayaan komunitas pelari melalui wirausaha minuman isotonik, Survival Journalism

Survival Journalism - Tim peneliti yang terdiri dari dosen dan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Tangerang melakukan pengabdian masyarakat dengan memberdayakan komunitas pelari menciptakan minuman Isotonik alami berbasis bahan lokal, Minggu (11/1/2026). 

Alpan Habibi, Ketua Tim Peneliti memaparkan, kegiatan yang dirangkai dengan acara fun run sejauh 3,3 KM yang menandai penyambutan HUT Kota Tangerang yang ke-33 tahun, dilanjutkan dengan seminar pemberdayaan komunitas pelari melalui wirausaha minuman Isotonik alami sehat berbasis bahan lokal, dan dilanjutkan praktik cara pembuatannya. 

"Rangkaian kegiatannya cukup banyak yah, dimulai dengan fun run sejauh 3,3 KM, yang dilepas oleh Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) Kota Tangerang bapak Drs. Engkos Zarkasyi A, M.Si, dilanjutkan seminar dan workshop yang disampaikan  oleh empat narasumber akademisi sekaligus praktisi yang berasal dari Universitas Muhammadiyah Tangerang," paparnya. 

Alpan menambahkan, bahwa kegiatan ini merupakan program hibah Risetmu batch IX dari Majelis Pendidikan Tinggi, Penelitian dan Pengembangan (DIKTILITBANG) Pimpinan Pusat Muhammadiyah dengan nomor kontrak nomor 0259.420/I.3/D/2025 dan atas kerjasama dengan Mitra Freeletics Tangerang serta DPAD Kota Tangerang yang memfasilitasi tempat kegiatan. 

"Ini itu program hibah yang diajukan oleh kami Tim dosen bersama mahasiswa ke Risetmu batch IX yang diselenggarakan oleh Majelisdiktilitbang PP Muhammadiyah, dimana kerjasama mitranya adalah komunitas pelari Freeletics Tangerang, dan DPAD Kota Tangerang itu sebagai yang memfasilitasi tempat kegiatan," tambahnya. 

Ditempat yang sama Sarji Widyastanto, ketua Freeletics mengungkapkan bahwa kegiatan ini sangat bermanfaat bagi kami komunitas pelari, dimana bisa meningkatkan kemampuan dalam meningkatkan potensi ekonomi dan potensi kesehatan anggota. 

"Menurut saya, kegiatannya sangat bermanfaat yah, pertama kita diajarkan bagaimana cara memulai usaha, membuat minuman isotonik, membuat brand, dan strategi memasarkan produk serta diajarkan juga praktiknya tadi," uangkapnya. 

Otong, sapaan lain dari Sarji, berharap, kegiatan ini bisa dilanjutkan sampai benar-benar komunitas kami mendapatkan manfaat hasil keuntungan dari bentuk usaha yang diajarkan, dan produk kami bisa tersertifikasi halal atau dan P-IRT ya. 

"Mudah-mudahan sih, bisa terus lanjut kedepannya setelah kegiatan ini, sampai usaha yang nantinya kami akan buat, produknya juga bisa distandarkan pakai sertifikat halal dan P-IRT gitu ya," harapnya.

Sementara, pada sambutannya, Kepala DPAD Kota Tangerang, Engkos Zarkasyi A, memaparkan bahwa dirinya senang adanya kegiatan pemberdayaan di kantornya, karena sejalan dengan program di DPAD juga ingin meningkatkan literasi tentang pemberdayaan ekonomi di masyarakat. 

"Saya senang adanya kegiatan ini, kegiatannya bagus, bisa mengajak masyarakat terutama komunitas pelari mau untuk berwirausaha khususnya membuat produk minuman Isotonik, kami di DPAD senang bisa bekerjasama dalam memberikan fasilitas tempat untuk mendukung kegiatan yang sifatnya literasi dan pemberdayaan ekonomi," paparnya. 

Engkos, pada penutup sambutannya menambahkan, jika kegiatan ini berhasil dan menciptakan produk usaha membuat minuman isotonik berbahan alami, dirinya yakin pasti banyak investor yang akan membantu, karena masyarakat saat ini senang produk yang alami-alami, sama seperti dirinya.
 
"Ini kegiatan kalau nanti berhasil produknya jadi, apalagi bahannya alami kan, saya itu termasuk senang sama hal-hal yang alami, dan suka buat ramuan atau minuman berbahan alami juga dirumah, saya yakin pasti ada investor kalau nanti sudah jadi, saya juga mau lah jadi investornya," kelakarnya sambil melanjutkan membuka acara kegiatan. 

Salah satu peserta kegiatan, Resty Anggrainy menyampaikan kesan bahwa kegiatan yang diikuti sangat bagus, karena memberikan ilmu dan informasi baru tentang berwirausaha, membuat minuman Isotonik yang sehat dan alami, membuat brand produk dan memasarkan produk yang disampaikan oleh narasumber yang berpengalaman di bidangnya. 

"Seneng ya, ikut acaranya, dapat ilmu baru dan informasi update tentang memulai wirausaha bagaimana membuat minuman isotonik yang bener-bener sehat, terus ilmu tentang membuat brand dan strategi pemasaran produk," kesannya. 

Reny juga berharap, bisa diadakan program yang berkelanjutan, terutama bagaimana minuman isotonik yang telah dibuat saat praktik tadi, bisa diuji sesuai standar BPOM atau Dinas Kesehatan dan dapat masuk tersertifikasi. 

"Semoga, nanti ada program lanjutan yah, terutama agar produk kita yang tadi sudah dipraktikan membuat minuman isotonik dengan resep yang berbeda ciri khas masing-masing dapat distandarisasikan melalui BPOM atau Dinas Kesehatan," harapnya.


Survival Journalism
Lebih baru Lebih lama