AOPGI Mantapkan Pembekalan Materi Pendakian Kepada SISPALA di Kota Tangerang

Pembekalan materi mitigasi resiko saat berkegiatan alam, di aula SMKN 2 Kota Tangerang, Survival Journalism 

Survival Journalism - Meningkatnya minat pendakian gunung di kalangan generasi muda, mendorong Asosiasi Olahraga Pendakian Gunung Indonesia (AOPGI) Provinsi Banten, untuk mengambil langkah konkret dengan melakukan Coaching Clinic Manajemen Risiko.

Ya, pada momen kegiatan yang digelar di SMKN 2 Kota Tangerang, pada Sabtu 29 Februari 2026 ini. AOPGI menyampaikan ragam materi standar keselamatan pendakian secara komprehensif kepada segenap organisasi Siswa Pecinta Alam (SISPALA) yang hadir, meliputi :

• Perencanaan ekspedisi, 
• Analisis risiko medan dan cuaca, 
• Penggunaan perlengkapan standar, 
• Prosedur evakuasi darurat.

"Tren pendakian terus meningkat, tetapi angka insiden juga menjadi perhatian serius. Karena itu, manajemen risiko harus menjadi kompetensi dasar setiap pendaki," ujar Ketua AOPGI Provinsi Banten, Deni Ahmad Fanani.

Menurutnya, pembinaan keselamatan tidak boleh bersifat sporadis. "Kami ingin membangun sistem pembinaan yang terukur dan berkelanjutan di Banten,” harapnya.

Selain itu, Ketua AOPGI Kota Tangerang, Bustomi, menambahkan, bahwa pelaksanaan kegiatan Coaching Clinic Manajemen Risiko di lingkungan sekolah merupakan langkah strategis, sebagai bekal mitigasi sejak dini.

“Pendakian bukan sekadar mencapai puncak, tetapi memastikan seluruh tim kembali dengan selamat. Keselamatan adalah tanggung jawab bersama,"

Lebih lanjut, AOPGI Kota Tangerang akan memperkuat tindak lanjut melalui pelatihan rutin, simulasi penyelamatan dan pendampingan kepada komunitas pendaki pemula.

"Edukasi seperti ini penting agar generasi muda memahami bahwa setiap perjalanan harus direncanakan secara matang dan disiplin,” terangnya.

Untuk itu, sinergi antara AOPGI Provinsi Banten dan AOPGI Kota Tangerang diharapkan mampu menciptakan ekosistem pendakian yang lebih profesional, terstandar dan minim risiko, sekaligus melahirkan generasi pendaki yang sadar akan pentingnya keselamatan dan tanggung jawab.


Survival Journalism 

Lebih baru Lebih lama